Minggu, 17 Maret 2013

JENIS-JENIS MAKNA


MAKNA DENOTASI dan KONOTASI

Abdul Chaer (1995: 65) menyatakan bahwa perbedaan makna denotasi dan konotasi didasarkan pada ada tidaknya “nilai rasa” pada sebuah kata, terutama yang disebut kata penuh. Mempunyai makna denotasi, tetapi tidak semua makna itu mempunyai makana konotasi. Sebuah kata disebut mempunyai makna konotatif apabila kata itu mempunyai “nilai rasa” baik positif maupun negatif.
Makna denotasi pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotative ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yan sesuai dengan hasil observasi dai pengihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa makna denotative ini adalah makna yang menyangkut informasi-informasi faktual objektif. Makna denotative ini sering disebut dengan “makna sebenarnya”.
Misalnya : Wanita dan Perempuan
Pada dasarnya kata tersebut memiliki makna denotatif. Tetapi dapat di bedakan karena memiliki nilai rasa yang berbeda. 1) kata perempuan memiliki nilai rasa yang “rendah” 2) kata Wanita memiliki nilai rasa yang “tinggi”. Hal ini terbukti pada suatu lembaga yaitu Dharmw wanita, Ikatan Wanita Pengusaha.
Makna konotatif dapat disebut dengan makna tambahan atau makna kiasan. Makna konotatif dapa berubah dari waktu ke waktu. Misalnya pada kata Ceramah dulu kata ini berkonotasi negative yang berarti cerewet tetapi sekarang berkonotasi negatif.
Zaenal dan Amran (2008: 28) menyatakan bahwa makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini makna yang sesuai dengan apa adanya. Sering juga makan denotative ini disebut makna konseptual. Misalnya: kata makan bermakna memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Sedangkan makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbu sebagai akibat dari sikap social, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Misalnya kata makan bermakna konotasi untung atau pukul.Makna konotasi berkembang dari zaman ke zaman. Ia tidak tetap. Misal kata kamar kecil makna denotatifnya kamar yang kecil tetapi makna konotatifnya jamban.  
Wiyanto dalam Mangatur (2009: 74) menyatakan makna denotasi adalah makna yang mengacu pada referensinya, yaitu makna yang ada dalam pikiran pemakainya. Makna denotasi tertulis dikamus. Makna konotasi tidak tertulis dikamus. Makna konotasi adalah mana yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan oleh pembicara atau pemdengar. Adi makna konotasi adalah makna tambahan yang timbul berdasarkan nilai rasa seseorang.

Fatimah (2009: 12) makna konotatif yang dibedakan dari makna emotif karena yang yang disebut pertama bersifat negative dan yang disebut kemudian bersifat positif. Makna konotatif adalah makna yang muncul dari makna kognitif (lewat makna kognitif) edalam makna kognitif tersebut ditambahkan komponen lain. Misalnya:
1)      Perempuan itu ibu saya
2)      Ah, dasar perempuan
Makna perempuan pada kalimat pertama mengandung sifat keibuan, kasih sayang, lemah lembut, berhati manis. Pada kalimat kedua secara psikologis perempuan tersebut mengandung suka bersolek, suka pamer, egoistis.
Menurut KBBI (2008: 313) Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.
Menurut KBBI (2008: 725) Konotasi adalah tautan pikiran yang menimbilkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan pada sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi.  
Jadi dapat disimpulkan bahwa mana denotasi dan konotasi sangat berkaitan dengan hubungan pemakaian bahasa. Setelah melihat beberapa referensi. Kesimpulanya makna denotasi adalah makna yang sebenarnya atau makna yang muncul dengan adanya fakta atau kejadian yang benar-benar adanya. Sedangkan makna konotasi adalah makna kiasan yang digunakan sebagai tambahan pada makna denotasi. Makna ini sangat banyak digunakan oleh pengarang-pengarang  pada sebuah puisi. Makna konotasi ini adalah makna yang ditimbulkan melalui nilai rasa seseorang.


DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zaenal dan Amran Tasai. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo
Chaer, Abdul. 1995. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Djajasudarma, Fatimah. 2009. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama
Mangatur. 2009. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Pekanbaru: Universitas Islam Riau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar